Saturday, June 19, 2010

PKS Bertaktik 'Jengis Khan' Raih Tiga Besar

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menarget masuk tiga besar partai pemenang pemilu 2014. PKS sudah menyiapkan rencana strategis untuk meraih target partai tiga besar.

"Kita adalah generasi baru yang tumbuh di zaman baru (reformasi) dan sudah waktunya memimpin," kata Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta di Ballroom Ritz Carlton, Jakarta, Jumat 18 Juni 2010.

Menurut Anis, ada empat fase perjalanan partai yang sudah dilalui. Yakni fase integrasi ke politik Indonesia pada 1998, fase eksistensi dengan raihan suara signifikan pada 2004, fase mainstream pasca pemilu 2009. "Ke depan, kita memasuki fase leading," kata Anis.

Petinggi PKS yang juga Wakil Ketua DPR ini mengambil contoh kunci keberhasilan ekspansi Mongolia di bawah kepemimpinan Jengis Khan. Kuncinya, yaitu agresifitas.

"Untuk maksimal kita harus agresif. Itu yang menyebabkan Jengis Khan membawa Mongol menguasai seperlima bumi," kata dia. Kepengurusan partai disiapkan bekerja agresif. PKS membagi pada dua wilayah operasi penting, yaitu sektoral dan teritorial.

PKS membagi Operasi Teritorial di berbagai wilayah. Pembagian wilayah dakwah itu, Sumatera; Banten, DKI, Jabar; Jateng, DIY, Jatim; Bali, NTB, dan NTT; Kalimantan; Sulawesi; dan Wilayah Indonesia Timur (Maluku, Papua).

Operasi kedua diterjemahkan dalam bidang-bidang di struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat. "Bidang-bidang menggarap sektoral, sektor-sektor kita buat definitif," katanya.

Termin pertama kepengurusan fokus menggarap kaderisasi. Pada 2010 ini PKS mengusung jargon "kader lingkaran umat". "Kader lingkaran umat kita belah jadi dua bidang, yaitu bidang pengembangan keumatan dan bidang pembangunan generasi muda," kata Anis.

Bidang pengembangan keumatan fokus pada hubungan kepada organisasi massa dan kelembagaan sosial. "Pertumbuhan suara kita di Jawa Timur dan Jawa Tengah memperkuat kepercayaan diri bahwa hambatan emosional dengan warga NU sudah relatif hilang," ujar Anis.

Sementara bidang pembangunan generasi muda masih menyasar massa tradisional PKS, yaitu kelompok pelajar, mahasiswa, karyawan, serta kelompok profesional.

"Kalau di kabinet ada Meneg BUMN yang mengelola BUMN, ada yang kelola wajihah (lembaga) bidang kelembagaan sosial. Kelompok kelas menengah ke atas ini kita garap lebih baik," ujarnya. (adi)

*vivanews.com
---

0 comments:

Post a Comment

-
-

Powered By Blogger