Saturday, June 12, 2010

Hidayat: Tragedi Freedom Flotilla Buat Hamas dan Fatah Bersatu



Jakarta - Bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina, lewat rombongan kapal Freedom Flotilla mungkin tidak sampai karena keburu dihadang tentara Israel. Namun demikian, dari segi 'misi', setidaknya aksi kemanusiaan itu sudah sampai ke tujuan. Tragedi itu juga membuat Hamas dan Fatah, dua faksi Palestina yang berseberangan, semakin menyatu.

Itulah hikmah yang coba digarisbawahi oleh Anggota Komisi I DPR FPKS Hidayat Nur Wahid. "Siapa yang mengira Hamas dan Fatah semakin menyatu. Agar Gaza jangan diblokade sehingga bantuan bisa masuk ke Gaza," ujar Hidayat di Masjid Agung Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2010).

Menurut mantan Presiden PKS ini, tidak hanya Hamas dan Fatah saja yang menjadi bersatu. Liga Arab pun akhirnya mau menggandeng Turki, negara yang mengakui negara Israel, untuk menyelesaikan permasalahan di Palestina.

"Siapa yang menyangka akibat peristiwa ini Liga Arab bersikap sama dengan Turki. Liga Arab secara aklamsi mengundang Turki untuk hadir dalam pertemuan mereka," terang mantan Ketua MPR ini.

Sementara itu, mantan Ketua Forum Umat Islam (FUI), Mashadi, mengatakan pemerintah sebaiknya juga membuat pernyataan sikap untuk mendukung Hamas. Menurut Mashadi, pemerintah harus berani mengatakan Hamas bukan organisasi teroris karena hal tersebut akan berimplikasi terhadap pandangan dunia mengenai Hamas.

"Pemerintah Indonesia membuat statement seperti Perdana Menteri Turki, Erdogan. Bahwa Hamas bukan organisasi teroris tetapi organisasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina," imbuh Mashadi.

Mashadi menambahkan, selain membuat pernyataan bahwa Hamas bukan organisasi teroris. Pemerintah juga harus memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui berbagai forum internasional khususnya melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Mashadi juga mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia melakukan boikot terhadap berbagai produk yang berkait dengan Israel.

"Hendaknya kita lakukan boikot produk Israel yang ada di Indonesia. Termasuk organisasi dan hotel yang punya mereka (Israel). Sehingga tidak ada se-sen pun uang kita yang digunakan untuk kepentingan Israel," serunya.

(ddt/lrn)

0 comments:

Post a Comment

-
-

Powered By Blogger