Monday, May 31, 2010

Muhammadiyah: Israel Langgar Hukum Kemanusiaan Internasional

Muhammadiyah minta Kemlu segera mengambil langkah cepat menyelamatkan relawan dan wartawan Indonesia

Hidayatullah.com--Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengutuk keras serangan pasukan Israel di zona internasional terhadap kapal kemanusiaan yang mengangkut relawan dari seluruh penjuru dunia, dan bantuan logistik untuk masyarakat di jalur Gaza.

"PP Muhammadiyah menjelaskan, bahwa IHH, sebuah LSM advokasi dan kemanusiaan yang berpusat di Istanbul, Turki sebagai penggerak kapal bantuan kemanusiaan untuk menerobos blokade Israel terhadap Gaza tersebut, adalah mitra Muhammadiyah sebagai pendiri dan anggota Humanitarian Forum (HF)," kata Ketua PP Muhammadiyah Sudibyo Markus dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (31/5).

HF, menurut Sudibyo adalah sebuah jaringan kemitraan LSM Kemanusiaan Timur dan Barat, yang terdaftar di Charity Commission of UK and Wales di London.

Muhammadiyah, imbuhnya, sebagai satu-satunya LSM kemanusiaan dari Asia Tenggara sebagai pendiri dan anggota Humanitarian Forum, sangat menghargai inisiatif IHH untuk melakukan terobosan terhadap blokade Israel tersebut. Muhamamdiyah juga mengutuk keras tindakan brutal serdadu Israel yang jelas-jelas melanggar norma dan hukum kemanusiaan internasional.

Terluka, Namun Tetap Diborgol Zionis-Israel

Muncul foto pertama mengenai korban serangan brutal Israel. Seorang laki-laki yang menderita luka-luka cukup parah diborgol tangannya
Hidayatullah.com—Media Turki, Birgun.net, melansir sebuah foto yang dipublikasikan pertama kali, mengenai korban serangan brutal pasukan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan Freedom Frotilla, yang hendak mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza.

Di foto, yang diambil seorang wartawan Reuters tersebut nampak seorang laki-laki yang menderita luka-luka cukup parah dengan tangan diborgol, diangkat dengan tandu oleh pasukan Israel. Laki-laki tersebut telah ditembak leher dan kepalanya. [tho/bgn/hidayatullah.com]

Sunday, May 30, 2010

Fiqih Musyawarah dan Voting Dalam Islam

kttwww.warnaislam.com Dalam masalah muswarah dan voting, kita bisa membaginya menjadi dua wilayah. Pertama, musyawarah yang bersifat internal dengan sesama muslim. Kedua, musyawarah ekternal antara umat Islam dengan non muslim, atau dengan sesama muslim tapi yang kurang mendukung penerapan syariah Islam.
Kalau musyawarah dengan sesama muslim yang shalih, hal yang dibicarakan selalu berada di dalam koridor aqidah dan syariah Islam. Hasilnya tidak akan ke luar dari yang telah dihalalkan Allah SWT. Siapapun yang menang, insya Allah hasilnya tidak akan melanggar agama.

Namun kalau musyawarah dengan non muslim, maka wilayahnya adalah untung rugi buat kaum muslimin. Sebenarnya tetap tidak akan ada yang berubah dari hukum Allah, sebab diterima atau tidak, hukum dan syariah Allah tetap ada dan abadi.

Saturday, May 29, 2010

Demi Gaza, Warga AS Rela Lepas Kewarganegaraan

Demi Gaza seorang warga Amerika yang ikut dalam konvoi kapal bantuan ke Jalur Gaza, ‎melepaskan kewarganegaraannya dalam rangka memprotes politik imperialisme ‎Amerika Serikat dan penjajahan Rezim Zionis Isarel. ‎

Surat kabar Turki Yeni Safak melaporkan, Ken O'keefe seorang warga Amerika yang ‎bergabung dalam konvoi kapal bantuan untuk Gaza yang bergerak dari Irlandia, telah ‎menyatakan melepaskan kewarganegarannya sebagai protes terhadap Amerika dan ‎Israel. ‎

Sekilas tentang Khilafah Islamiyah

Bumi ALLAH


Adanya kepemimpinan (imamah/khilafah) adalah ijma kaum muslimin. Berkenaan dengan hal ini Ibnu Khaldun berkata: “Jabatan imam ini wajib ditegakkan. Kewajibannya di dalam hukum Islam dikenal sebagai ijma para sahabat dan tabi’in. Para sahabat Rasulullah, ketika Rasulullah SAW meninggal dunia, bersegera memilih penggantinya dan membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah dan menyerahkan segala urusan ummat kepadanya.

Demikianlah, sampai kapan pun, setelah itu, manusia tidak boleh dibiarkan kacau tanpa adanya imam. Ini menegaskan keijma’an kaum Muslimin dalam persoalan mengangkat Imam”.
Bahkan Al-Jurjani menganggap bahwa kedudukan Imam adalah kepentingan kaum muslimin yang paling utama dan tujuan agama yang paling agung. Anggapan seperti ini cukup beralasan karena dalam pandangan Islam—menurut Sa’id Hawwa—imam itu adalah pewaris kenabian yang bertugas membimbing manusia kepada kitab dan sunnah (2:151); Memberantas berbagai kerusakan di muka bumi (8:39) dengan menegakkan keadilan dan Syariah Allah.

Sebuah rekonstruksi Negara Madinah yang dibangun dari bahan dasar sebuah gerakan

M. Anis Matta, Lc.
Oleh: H.M. Anis Matta, Lc.
Rencana itu terlalu halus untuk dideteksi secara dini oleh para pemimpin musyrik Quraisy. Tiba-tiba saja Makkah terasa lengang dan sunyi. Ada banyak wajah yang secara perlahan-lahan menghilang dari lingkungan pergaulan. tapi tidak ada berita. Tidak ada yang secara pasti mengetahui apa yang sedang terjadi dalam komunitas Muslim di bawah pimpinan Rasulullah saw ini memang bukan rencana yang bisa dirahasiakan dalam waktu lama. Orang-orang musyrik Makkah akhirnya memang mengetahui bahwa kaum Muslimin telah berhijrah ke Madinah. Tapi itu setelah proses hijrah hampir selesai.

Maka gemparlah penduduk Makkah. Tapi sebuah episode baru dalam sejarah telah dimulai: sebuah gerakan telah berkembang menjadi sebuah negara, dan

Nama Para Nabi Tertulis dalam Prasasti Ebla, 1500 Tahun Lebih Tua dari Taurat

Berasal dari masa sekitar 2500 SM, prasasti Ebla memberikan keterangan teramat penting mengenai sejarah agama-agama. Sisi terpenting mengenai prasasti Ebla, yang ditemukan para ahli arkeologi pada tahun 1975 dan yang sejak itu telah menjadi pokok bahasan dari banyak penelitian dan perdebatan, adalah terdapatnya nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci.

Penemuan prasasti Ebla setelah ribuan tahun dan informasi yang dikandungnya sungguh sangat penting dari sudut pandang perannya dalam memperjelas letak geografis kaum-kaum yang disebutkan dalam Al Qur'an.

Thursday, May 27, 2010

Pakar: Fatwa Kiblat Perlu Pertimbangkan Faktor Keilmuan

Penentuan arah kiblat tidak sematang menghadap ke barat, namun berdasarkan perhitungan harus sedikit serong

Hidayatullah.com--Pakar Ilmu Falak Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang Ahmad Izzudin menilai fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang penetuan arah kiblat harus mempertimbangkan faktor keilmuan dan teknologi yang berkembang saat ini.

"Majelis Ulama jangan hanya sekadar mengeluarkan fatwa, bahwa penentuan arah kiblat cukup menghadap ke barat," kata Izzudin dalam diskusi tentang penentuan arah kiblat di Semarang, Kamis.

Menurut dia, penentuan arah kiblat tidak semata menghadap ke barat, namun berdasarkan perhitungan harus sedikit serong ke arah utara.

"Indonesia dan Malaysia Berutang pada Palestina"

Noorazman juga menyebutkan, bahwa Palestina adalah salah satu bangsa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia tahun 1945

Hidayatullah.com & Sahabat Al-Aqsha--Dalam jumpa pers terakhir sebelum berangkat menuju Gaza pagi tadi, Noorazman Mohd Syamsuddin, wakil delegasi Indonesia-Malaysia di majelis syuro kafilah Freedom Flotilla menyatakan di depan puluhan wartawan dari berbagai negara, bahwa Indonesia dan Malaysia adalah bangsa yang pernah merasakan pahitnya hidup di bawah penjajahan.

"Karena itu kami ikut dalam kafilah ini mewakili bangsa Indonesia dan Malaysia yang berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa, selain untuk mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kami di Gaza, juga untuk menyatakan TIDAK kepada penjajahan Israel," katanya.

Wednesday, May 26, 2010

Dakwah kita adalah dakwah Islamiyah

Ustadz Hasan Al-Banna berpidato dalam muktamar mahasiswa yang diselenggarakan di kantor Syubbanul Muslimin Kairo, tahun 1938. Salah satu anggota muktamar terlalu bersemangat hingga meneriakkan pekik, “Hidup Hasan Al-Banna!”
Meski pekikan itu tidak mendapat sambutan para hadirin, namun Ustadz Hasan Al-Banna diam sejenak, sehingga seluruh mata hadirin tertuju pada beliau. Kemudian beliau berseru dengan nada tinggi, “Wahai Ikhwan, tidak akan ada lagi orang yang meneriakkan pekikan untuk seseorang dalam dakwah kita. Dakwah kita adalah dakwah Islamiyah Rabbaniyah yang berlandaskan akidah tauhid. Dakwah tidak akan menyimpang dari akidah ini. Wahai Ikhwan, luapan semangat jangan membuat kalian lupa pada prinsip-prinsip yang kita yakini. Pekikan kita adalah, “Ar-Rasul Qudwatuna (Rasulullah teladan kita)!”.

-
-

Powered By Blogger