Thursday, November 25, 2010

Kebahagiaan Hidup

Oleh: Ustadz Arifin Ilham
Kebahagiaan hidup di dunia ini bermula dari merasakan halaawatul iimaan (manisnya iman). Dan, halaauwatul iimaan adalah buah dari al-Mujaahadah fii thaa'atillah (usaha sungguh-sungguh untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt).

Allah memberi hidayah halaawatul iimaan kepada hamba-Nya, karena hamba itu terus-menerus “merayu” ridha-Nya dengan kemurnian akidah, kenikmatan beribadah, dan kemuliaan akhlak. Seseorang akan merasakan nikmatnya beribadah ketika ia konsisten melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Ibarat seorang musafir yang menempuh perjalanan ke suatu tempat. Dia akan merasa senang ketika akan memulai perjalanan, juga ketika masih dalam perjalanan. Puncak perasaan senang itu datang saat ia telah sampai ke tempat yang ditujunya.

Diumpamakan juga seperti anak kecil yang diajak berekreasi oleh orang tuanya. Dia akan merasa gembira ketika orang tuanya menjanjikan hal itu. Dia akan lebih gembira lagi ketika ia dan orang tuanya mulai bersiap-siap untuk berangkat ke tempat itu. Puncak kegembiraannya adalah pada saat ia sampai ke tempat tujuan.

Diibaratkan juga seperti seorang yang akan menikah. Dia merasa senang pada saat-saat menjelang pernikahannya. Terlebih lagi setelah pernikahan itu dilaksanakan.

Begitu iuga dengan seorang hamba yang beribadah kepada Allah swt. Dia akan melaksanakan ibadahnya dengan senang hati, khusyuk, dan nikmat. Puncak kenikmatan beribadahnya dirasakan pada saat menjelang kematian. Dia akan merasakan kebahagiaan. Karena itulah pintu pertemuannya dengan Allah swt. Zat yang selalu diibadahinya dengan segenap perasaan tunduk dan cinta selama hidupnya di dunia.

Allah swt berfirman,
Dan orang-orang yang beriman berkata: "Sesungguhnya orang-orang yang merugi ialah orang-orang yang kehilangan diri mereka sendiri dan kehilangan keluarga mereka pada hari kiamat." Ingatlah, Sesungguhnya orang- orang yang zalim itu berada dalam azab yang kekal. [42:45]

Yang dimaksud dengan kehilangan diri dan keluarga ialah tidak merasakan kenikmatan hidup abadi karena disiksa.

Subhanallah. Ingatlah bahwa orang-orang beriman akan tetap berkumpul bersama keluarga mereka yang beriman di akhirat nanti. Sementara orang-orang yang tidak beriman, keluarga mereka akan terpisah dan bercerai-berai. Sungguh kehidupan di dunia adalah cerminan dari kehidupan akhirat. Jika di dunia kita hidup sukses dan bahagia dalam ketaatan kepada Allah, maka di akhirat pun kita akan menjadi orang yang sukses dan bahagia di bawah naungan ridha Allah swt.

Mereka yang sukses di akhirat dimulai dari kesuksesan mereka dalam menjalani hidup di dunia, dan kesuksesan menjalani hidup di dunia adalah dengan menjadi hamba yang bertaqwa.

Ingatlah bahwa mereka yang masuk ke surga bukan karena banyaknya pahala shalat, zakat, puasa atau ibadah mereka yang lain, tetapi semua itu karena rahmat dan ridha Allah swt.

Surga terlalu mahal untuk diperoleh dengan ibadah yang hanya 60 sampai 70 tahun usia hidup kita, meski banyak orang yang usia hidupnya kurang dari itu, dan usia yang digunakan untuk beribadah pun tidak mencapai separuhnya. Sementara nikmat yang Allah berikan kepada kita tidak terhitung dengan jumlah angka-angka yang dibuat untuk urusan duniawi.

Akan tetapi, Allah mencintai kita semua. Karena rahmat dan kasih sayang-Nya itulah, Dia memberikan rasa cinta dalam hati kita. Perasaan cinta pada keimanan dan menjadikannya terasa nikmat dan indah bagi orang-orang yang beriman.

Tuesday, November 23, 2010

PKS Desak Susun UU Perlindungan TKW

Kasus penyiksaan yang dialami oleh Sumiati Binti Salan Mustapa bukanlah kasus pertama yang dilakukan keluarga Arab Saudi terhadap tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Pemerintah diharapkan membuat perangkat hukum yang mampu melindungi para pekerja di luar negeri.

Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencatat ada 5.563 pembantu rumah tangga asal Indonesia bermasalah di Saudi Arabia sepanjang tahun 2010. Dari jumlah tersebut, 1097 mengalami penganiayaan, 3.568 sakit akibat kondisi kerja tak layak, dan 898 mengalami kekerasan seksual dan tidak digaji.

Ketua DPP Bidang Perempuan PKS Anis Byarwati menyatakan kondisi ini sangat memprihatinkan, dan perlu ada tindakan konkrit. Menghentikan penyiksaan TKW di Saudi Arabia maupun negara lain, kata Anis, tidak cukup dengan kata-kata.

Untuk itu bidang perempuan DPP PKS menuntut diadakannya komunikasi bilateral yang lebih intensif antara pemerintah Indonesia dengan negara penerima TKW.

“Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia harus dibuat karena dengan ini perlindungan tenaga kerja di sektor domestik memiliki sandaran hukum”, kata Anis lagi.

Selain itu, legislatif harus terlibat melindungi TKW di luar negeri. “Kami mendesak agar Undang-Undang Perlindungan TKW dan kebijakan terkait pengiriman TKW oleh PJTKI (Perusahaan Jasa TKI) harus segera disusun”, ujar Anis.

Khusus untuk kasus Sumiati, dia meminta agar Pemerintah mengamati secara seksama proses hukum bagi pelaku penyiksaan yakni sebuah keluarga di Madinah. Dengan kembali terjadinya kekerasan dan menimpa Sumiati, Anis menilai para pemangku dan pengambil kebijakan sudah seharusnya evaluasi diri.

“PJTKI [Perusahaan Jasa TKI] harus menyempurnakan sistem pengawasan atas keselamatan, kesehatan, dan keamanan TKW secara periodik”. PJTKI, kata dia, seharusnya tidak sekedar mengambil keuntungan terhadap bisnis pengiriman TKW yang menggiurkan ini.

”PJTKI harus menyempurnakan kurikulum pembekalan untuk TKW, harus ada materi ketrampilan, pembinaan mental, hak asasi manusia, dan perlindungan diri.” Menurutnya, kemampuan bahasa yang memadai sangat penting bagi tenaga kerja yang akan mencari uang di luar negeri untuk guna menghindari kesalahpahaman komunikasi dengan majikan.

(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org)

Sunday, November 21, 2010

Bentrok Polisi Mesir dan Aktivis Ikhwan, 10 Terluka

Pecah bentrokan antara polisi dan anggota kelompok oposisi terbesar Mesir hari Sabtu kemarin (20/11) dan pihak berwenang menangkap ratusan anggota Ikhwanul Muslimin menyusul adanya ketegangan yang intensif menjelang pemilihan parlemen pekan depan.
Sedikitnya 10 orang terluka ketika polisi dengan tongkat pemukul membubarkan pawai kampanye untuk calon lokal Muhammad Fayyad di provinsi Sharqiya, utara Kairo, kata Abdul Ghalil el-Syarnoubi, juru bicara Ikhwan.
El-Syarnoubi berkata bahwa hanya dalam 48 jam terakhir polisi telah menangkap 300 anggota Ikhwan dan pendukung gerakan Ikhwan.
"Rezim telah memutuskan untuk tidak mentolerir setiap kegiatan kampanye pemilihan umum Ikhwan dan bahkan melarang bahan kampanye media Ikhwan," katanya.
Dalam insiden terpisah, polisi menghentikan sebuah prosesi kampanye Ikhwan untuk calon anggota parlemen Simary Mansur di kota Abu Kibir, juga di Sharqiya, dan merusak 12 mobil dan menyita tujuh lainnya, website kelompok Ikhwan melaporkan.
Ia juga mengatakan bahwa polisi berusaha membubarkan unjuk rasa di kota pelabuhan Alexandria dengan peluru gas air mata dan karet.
Ikhwanul Muslimin merupakan saingan terberat untuk partai berkuasa Presiden Husni Mubarak dalam pemilu parlemen 28 November mendatang. Banyak orang di Mesir takut akan melihat kekerasan yang meluas yang mirip dengan pemilihan parlemen terakhir, pada tahun 2005, ketika polisi bentrok dengan aktivis oposisi pemerintah.
Seorang pejabat keamanan mengatakan bahwa 117 orang ditangkap hari Sabtu kemarin karena melangsungkan aksi tanpa izin di Fayyoum, Sharqiya dan provinsi Alexandria, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. (fq/hp)

Saturday, November 20, 2010

Mahfudz Sidik: Hentikan Pengiriman TKI!

oleh Partai Keadilan Sejahtera pada 20 November 2010 jam 18:51
Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Sidik, meminta pemerintah segera menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Inidonesia (TKI) untuk pekerjaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) ke Luar Negeri (LN).

"Belajar dari kasus Sumiyati, TKI di LN, tidak ada pilihan lain kecuali pemerintah segera menghentikan pengiriman TKI untuk pekerjaan PRT ke luar negeri," Kata Mahfudz kepada Tribunnews.com, Kamis (18/11/2010).

Hal tersebut dilakukan demi harga diri bangsa dan pemeliharaan hak-hak asasi setiap WNI. Selama yang dikirim TKI PRT yang tidak berpendidikan dan tidak berketerampilan cukup, menurutnya kasus-kasus serupa akan terus terjadi, dan pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.

"Pemerintah hanya membatasi pengiriman TKI terdidik dan berketerampilan khusus. Soal kebutuhan ekonomi, adalah tugas kewajiban negara penuhi itu," jelasnya.

Pemerintah tidak boleh mengabaikan penyiksaan TKI dengan berlindung pada sebutan TKI sebagai pahlawan devisa. "Kasus-kasus kekerasan yang dialami TKW PRT sudah melebihi zaman perbudakan," imbuhnya.
Tribunnews.com - Kamis, 18 November 2010

Friday, November 19, 2010

Krisis Umat dan Celah Pembebasan

oleh Partai Keadilan Sejahtera pada 19 November 2010 jam 4:01
Oleh: Anis Matta, Lc
Apakah yang dilakukan sebuah ummat, ketika krisis menjadi hantu besar yang melingkupi semua sisi kebaikannya? Apakah yang mungkin dilakukan sebuah ummat, ketika sejarah menjadi begitu pelit untuk membuka pintu-pintu rumahnya, bagi umat itu untuk berteduh dari keterhimpitan yang menyengat tubuhnya? Apakah yang mungkin dilakukan sebuah ummat, ketika semua umat memusuhinya, dan apa yang ada hanya dirinya, sementara realitas dirinya sendiri justru menjadi anak panah di busur musuhnya?

Pertanyaan seperti ini seringkali hinggap dalam benak kita, para du’at dan Mushlihin. Dalam keadaan tanpa jawaban, sering pula kita kehilangan kesesimbangan jiwa, sesuatu yang kemudian menimbulkan rasa tidak berdaya (al’-ajz) dan merasa seakan realita dan tantangan lebih besar dari kapasitas internal kita menjawabnya, apalagi menyelesaikannya.

Yang lebih parah lagi, rasa tidak berdaya itu kadang sampai begitu kuat, sehingga tanpa sadar kita bersikap negatif terhadap problema yang melingkupi kita, untuk kemudian mencoba melakukan langkah ‘pengunduran diri’ dari gelanggang kehidupan sosial (al-insihab al-ijtima’i).

Terkadang pengunduran diri ini disertai sejumlah pembenaran rasional, setelah rasa tidak berdaya itu mendorong kita mempertanyakan beberapa aksioma ideologi dan prinsip perjuangan, yang mungkin dianggap terlalu ideal dan tidak mungkin dipertemukan dengan realita? Beginilah misalnya, kekalahan-kekalahan politik mendorong Nurcholish untuk menelorkan ide ‘Islam Yes, Partai Islam No’ pada tahun 1970-an.

Sesungguhnya itu tidak perlu terjadi, kalau saja kita mau merenungi kembali, bagaimana Allah SWT dalam Al Qur’an telah membuka begitu banyak celah pembebasan yang dibuka Allah SWT kepada kita, saat semua jalan masuk ke rumah sejarah telah tertutup.

Pertama, harapan. Harapan adalah matahari di langit jiwa. Tak ada sesuatu yang sangat kita butuhkan saat reruntuhan kekalahan menghimpit jiwa kita, selain harapan yang dapat mengembalikan rasa percaya diri kita untuk bangkit kembali. Begitulah Allah SWT mengembalikan harapan itu ke dalam jiwa sahabat-sahabat Rasulullah SAW, setelah kekalahan pada perang Uhud.

Allah SWT berfirman,
“Dan janganlah kamu merasa hina dan bersedih, sebab kamulah yang lebih tinggi (unggul) jika kamu beriman. Jika kamu tersentuh luka (musibah), maka luka (musibah) yang sama juga menimpa kaum yang lain. Dan begitulah hari-hari (kemenangan) kami pergilirkan diantara manusia.” (QS. Ali Imran : 140)

Dalam keadaan selemah apapun juga, ketika kita mendengar pernyataan sakral seperti itu, pasti ia akan mengembalikan kekuatan jiwa kita untuk melakukan lompatan ulang dalam sejarah. Pada ayat diatas, Allah SWT tidak sekedar memberi harapan, tapi juga menambah kekuatan harapan itu dengan membuka celah sejarah melalaui hokum ‘siklus menang-kalah’ dalam sejarah peradaban manusia sepanjang zaman.

Bahwa kekalahan dalam hokum itu, tidak boleh menjadi titik awal menuju kepunahan historis. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan pada lompatan awal, kedua, atau ketiga, dalam perjalanan sejarah. Watak sejarah, dengan begitu tidaklah niscaya (deter-minant), sebagaimana manusia yang tumbuh dari kecil, besar, tua, lalu mati. Sunnatut Tadawul (hukum perputaran) itu memungkinkan ketuaan untuk sebuah peradaban dijungkirbalik menjadi kemudaan, sekaligus menghentikan, secara tiba-tiba, arus realitas ketuaan berjalan menuju muara kematian historis.

Kedua, taghyirul dzat (merubah diri). Bila celah sejarah pertama tadi meupakan celah eksteren, maka celah sejarah kedua ini merupakan celah interen. Ada syarat-syarat internal yang harus dipenuhi untuk dapat memanfaatkan peluang historis tersebut. Yaitu merubah seluruh instrument kepribadian kita, mulai dari bagian terkecil, diri, hingga bagian terbesar, masyarakat. Pada diri pun dimulai dari instrument yang paling halus; hati, perasaan, emosi, akal hingga raga.

Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaaan suatu kaum, kecuali bila kaum itu yang merubah apa-apa yang ada dalam dirinya.” (Q.S. Ar-Ra’du, 14-11).

Sesungguhnya pada dua celah sejarah ini, tersimpan kunci dinamika gerak sejarah kehidupan manusia, yang tak pernah mati hingga kiamat. Ini adalah ‘kemungkinan-kemungkinan’ yang dijadikan Allah SWT sebagai peluang bagi kita untuk hadir kembali di gelanggang sejarah. Masalahnya, maukah kita memanfaatkan peluang itu?

Thursday, November 18, 2010

Laporan MER-C dari Gaza: Ismail Haniyah Serukan Persatuan Palestina di Idul Adha

Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1431 H yang bertepatan dengan hari Selasa, 16 November 2010 H dilaksanakan secara antusias oleh rakyat Gaza, tak terkecuali dua relawan MER-C, Abdillah Onim dan Ir. Nur Ikhwan Abadi, yang sedang menunaikan amanah untuk mengawal program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza.
Ba’da shalat subuh dua relawan MER-C bergegas menuju ke tempat shalat dengan berjalan kaki menuju sebuah lapangan terbuka, tepatnya di Stadion Palestina Gaza City yang terletak sekitar 600 m dari posko MER-C di Gaza.
Pagi itu nampak rakyat Gaza, mulai berbondong-bondong mendatangi tempat shalat, ada yang berjalan kaki, berkendaraan, ada yang menggunakan kuda, keledai untuk mendatangi tempat-tampat shalat.
Perjalanan menuju lapangan hanya memakan waktu 15 menit berjalan kaki. Nampak para petugas keamanan berjaga di sekitar tempat shalat. Karena masih pagi, belum banyak orang yang datang, baru empat shaf terisi, relawan MER-C mengambil posisi di shaf ketiga dari depan.
Beberapa pejabat pemerintahan Gaza tampak mulai berdatangan. Mereka mengambil posisi di shaf terdepan, sementara di shaf kedua terdiri dari beberapa pengawal-pengawal mereka.
Para jamaah shalat Ied mulai berdatangan memadati lapangan, puluhan ribu orang memadati lapangan tempat shalat baik tua, muda, anak-anak, pria dan wanita. Antusiasme rakyat Gaza kali ini terlihat dari banyaknya jamaah shalat Ied yang hadir di lapangan tersebut. Hampir seluruh lapangan terisi oleh jamaah. Sekitar pukul 06.45 pagi waktu setempat, datanglah Imaam sekaligus khatib shalat Ied kali ini. Dia adalah Perdana Menteri Ismail Haniya. Kedatangannya langsung disambut oleh puluhan wartawan yang berusaha mendekat untuk mengambil gambar.
Setelah bersalaman sejenak dengan beberapa orang di shaf terdepan, Haniya langsung menuju ke depan untuk memulai shalat Ied. Selesai shalat Haniya langsung menuju ke atas mimbar untuk memulai khutbahnya.
Dalam khutbahnya Ismail Haniya mengatakan bahwa walaupun kita berbeda, namun kita adalah ummat yang satu, kitab suci kita satu, Nabi kita satu, dan Tuhan kita satu. Haniya juga mengatakan pentingnya untuk membela Masjid Al-Aqsha, Masjid suci ketiga setalah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Pad kesempatan khutbah kali ini, Ismail Haniya juga menyinggung soal rekonsiliasi antara faksi Fatah dan Hamas yang dilakukan di Damaskus pekan lalu.
“Pintu rekonsiliasi masih terbuka meskipun terjadi penurunan pada putaran akhir dialog,” kata Haniya. Ia juga mengakui bahwa ada perbedaan di antara bangsa Palestina sendiri dalam hal perjuangan merebut kembali Palestina dari penjajah Zionist. Namun bangsa Palestina memiliki satu musuh yang sama dan musuh itu bukanlah rakyat Palestina. Haniya menyerukan kesatuan dan rekonsiliasi bagi bangsa Palestina.
“Kami menyerukan bagi kesatuan dan rekonsiliasi di tanah kami, bangsa kita, bangsa Palestina. Memang benar ada perbedaan politik yang terjadi di Palestina, akan tetapi musuh kita satu dan musuh kita bukan bangsa kita sendiri, tanah ini milik kita dan Al Quds adalah milik kita” tegasnya.
Khutbah yang berlangsung sekitar 40 menit tersebut berlangsung khidmat dan khusyuk, di tengah-tengah pengawalan ketat petugas keamanan yang mengelilingi stadion tersebut. Usai shalat ied, para jamaah langsung menuju ke depan untuk menyalami Ismail Haniya. Dengan senyum khasnya Haniya menyalami satu persatu rakyat Gaza, terasa sekali kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya.
Televisi Al-Quds juga menyiarkan kegiatan Haniya setelah shalat Ied, nampak Haniya bersama dengan rakyat Gaza, menyembelih seekor hewan Qurban di dekat kediamannya di Gaza City.
Penduduk Gaza, merayakan Iedul Adha dengan khidmat dan penuh makna, di tengah penderitaan yang mereka alami akibat blokade zionist Israel, tidak menyurutkan niat mereka untuk berqurban.
Abdillah Onim dan Nur Ikhwan Abadi (Dua relawan MER-C yang masih bertugas di Gaza Palestina)

Tuesday, November 16, 2010

Mensos Jamin 2014 Indonesia Bebas Anak Jalanan

Kementerian Sosial terus berusaha memberikan perlindungan bagi anak-anak jalanan. Kemensos pun optimistis pada tahun 2014 nanti, Indonesia akan bebas anak jalanan.

"Kita harapkan pada tahun 2014 nanti tidak ada anak jalanan di seluruh daerah di Indonesia," ujar Mensos Salim Segaf Al Jufri saat memberikan keterangan pers di Kementerian Sosial, Jl Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (16/11/2010).

Hal itu dapat tercapai jika 7 Kementerian berserta Polri bersama-sama bekerja sama untuk melindungi para penerus bangsa ini. Sesuai dengan bagiannya, kerjasama lintas sektor ini diharapkan akan membantu meningkatkan kesejateraan anak jalanan.

"Pastinya dengan tugas masing-masing, kita akan terus bekerja sama, yang intinya memberi perhatian untuk kesejahteraan anak," jelas Salim.

Adapun tujuh kementerian itu adalah Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kementerian Hukum dan HAM serta Polri. Dimana semuanya ini nantinya akan saling berkoordinasi.

Khusus untuk di Jakarta sendiri, politisi PKS ini berupaya agar tahun 2011, anak jalanan tidak lagi menjadi pemandangan di setiap sudut kota Jakarta. Walaupun itu mungkin sulit, tapi dia tetap optimis.

"Dalam mencapai sesuatu itu penting adanya target, dan itu aka menjadi target kita," imbuhnya.

Bukti dari keseriusan pemerintah untuk melindungi anak-anak jalanan adalah dengan penandatanganan kesepakatan bersama tentang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Anak Jalanan. Kesepakatan itu resmi berlaku mulai hari ini sejak ditandatangani secara serempak hingga 5 tahun ke depan.

Detiknews, Selasa, 16/11/2010
(ELS I PIP-PKS Malaysia I pks-malaysia.org)

Monday, November 15, 2010

Pejabat Intelijen Israel: Roket Hamas bisa Jangkau Tel Aviv

Seorang pejabat intelijen senior Israel hari Ahad kemarin (14/11) memperingatkan bahwa penguasa Hamas di Jalur Gaza telah memiliki roket yang dapat melakukan perjalanan hingga 80 km (50 mil) - jangkauan yang lebih jauh daripada yang dilaporkan sebelumnya (laporan sebelumnya menyebutkan hanya 60 km), yang akan menempatkan kota metropolis pesisir Tel Aviv dalam jangkauan roket tersebut.

Pejabat itu menyalahkan Mesir, dan mengatakan Mesir tidak melakukan cukup hal untuk membendung penyelundupan senjata melalui jaringan terowongan di sepanjang perbatasan yang relatif singkat antara padang gurun Sinai dan wilayah Palestina. Namun seorang pejabat keamanan Mesir yang dihubungi menyatakan bahwa Mesir telah berhasil memerangi penyelundupan senjata ke Gaza.
Pejabat intelijen Israel itu mengatakan bahwa Hamas, yang menguasai Gaza pada tahun 2007, telah "melakukan upaya sangat besar untuk membangun kemampuan militer mereka ... membangun kemampuan roket mereka di Jalur Gaza, dan semua ini terjadi karena satu hal yang penting yaitu: penyelundupan senjata melalui Mesir ke Jalur Gaza."
Mesir bersama dengan Israel, telah mengenakan embargo terhadap Gaza pada Juni 2007 setelah Hamas mengambil alih daerah tersebut, tetapi Israel dan Amerika Serikat telah berulang kali mendesak Mesir untuk berbuat lebih banyak untuk mencegah penyelundupan senjata ke wilayah itu.
"Sebagian besar terowongan yang digunakan untuk menyelundupkan roket-roket dan bahan peledak dan senjata lainnya dalam area seluas tiga sampai empat kilometer, atau hingga 2,5 kilometer," kata pejabat, yang mengetahui rahasia informasi intelijen tingkat tinggi dan tidak mau diidentifikasi namanya.
Meskipun Hamas 'sedikit' menghentikan serangan roket mereka sejak serangan militer Israel sengit di awal tahun 2009, para pejabat keamanan Israel mengatakan tujuan roket Hamas tetap untuk menyerang kota-kota Israel.
"Hari ini ada roket Hamas yang mampu mencapai 70 hingga 80 kilometer (45 sampai 50 mil) dari Jalur Gaza ... jadi itu berarti bahwa kita bisa duduk di sini dan bicara dan tiba-tiba roket bisa jatuh di kepala kita dalam waktu lima menit," kata pejabat tersebut.
Kisaran Itu berarti bahwa roket Hamas bisa mencapai Tel Aviv, pusat bisnis dan budaya Israel. Sekitar 2 juta orang tinggal di daerah Tel Aviv, yang dulu pernah ditargetkan oleh Saddam Hussein Irak dengan rudal Scud selama Perang Teluk 1991.
Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Hamas telah meningkatkan kemampuan militer mereka dalam beberapa bulan terakhir. Penilaian terdahulu tersebut menyebutkan bahwa kemampuan jangkauan roket Hamas berkisar hanya 60 atau 70 kilometer, atau sekitar 40 sampai 45 mil.
Pejabat itu menambahkan bahwa intelijen Israel percaya bahwa tetap menjadi tujuan jangka panjang dari Hamas untuk menghancurkan Israel dan untuk mendirikan khalifah Islam, tidak hanya di Timur Tengah tetapi di Eropa juga.(fq/hrzt)

Sunday, November 14, 2010

Tentang Penanganan Bencana Merapi

Berikut adalah rangkuman kultwit @fahrihamzah yang di RT (Retweet) oleh @relawanPKS di twitter. Kuliah berlangsung menjelang Rabu (10/11) dinihari sampai menjelang jam 03.00. Ejaan dan penulisan sengaja tidak kami edit, hanya beberapa kesalahan salah ketik saja (sebagian besar kami abaikan) dan hashtag #merapi kami hilangkan. Banyak sekali butir pikiran yang memompa semangat kerelawanan kita. Selamat membaca.
"Kami baru Rapat Tim DPP+kordinator Jogja. Ada beberapa situasi penting soal lapangan.
Akhir erupsi merapi belum dapat ditebak. Karenanya pemerintah pusat dan daerah tidak punya batas kerja. Padahal, semakin lama di pengungsian, masalah semakin banyak. Terutama soal rasio MCK/pengungsi. Sementara itu, ada kelambatan pencairan dana. Padahal DPR siapkan Rp. 4 T (untuk semua bencana) dan 200 M khusus untuk merapi. BNPB mulai dapat protes pemda karena dana 200 M yg ready itu kok tidak nampak di lapangan? Ada apa?
Ada soal lain, pemda jateng (bibit) dan jogja (sultan) nampaknya ada jarak psycologis dgn pemerintah pusat (sby). Laporan dari TNI malah terungkap bahwa TNI beroperasi dengan dana TNI. Lalu dana BNPB dipakai untuk apa aja? Nampaknya, sdr @AndiAriefNew perlu memantau masalah2 ini. Jangan lupa bahwa radius semburan bisa bertambah. Jangan lupa, setiap penambahan radius 5 Km akan menambah 100.000-an ribu pengungsi baru. Ini sangat mungkin.
Relawan PKS di lapangan titip salam dan mohon do'a. Politik dan negara ini fantasy tapi musibah ini nyata bagi rakyat . Teman2 NGO melihat semua atas inisiatif masyarakat; dapur, tenda, genset, ht, dll. Semua inisiatif masyarakat .
Jumlah orang wafat setiap hari bertambah banyak. Dan negara, tidak nampak menyelesaikan masalah.
Ratusan ribu pengungsi juga manusia. Mereka perlu semua yg menjadikeperluan biologisnya. Apakah ini terpikirkan?

Kita melihat cepatnya inisiatif rakyat dan lambannya birokrasi negara. Di antara negara TNI nampak paling siap.
Belum lagi yang sakit? Luka dan penyakit lainnya? Birokrasi kesehatan kita lambat. Cepatlah belanjakan Rp. 200 milyar itu. Luka ini menganga; pengungsi perlu air bersih, mck, dapur, klinik dan semunya keperluan hidup dalam situasi yg tidak pasti.
Bapak presiden, tidak usah ke merapi lagi agar rapat kabinet tidak perlu pakai masker dan kacamata. Di jakarta saja. Panggil menteri yang relevan, dan semua pejabat terkait. Kasi mereka tugas, kasi mereka uang. Evaluasi rutin pak. Ini masalah serius. Kita sedang diuji untuk menangani masalah kemanusiaan kita secara cermat dan cepat. Ini test kita. Jika kita sukses tangani ini, dunia akan memerlukan uluran tangan kita. Dan Indonesia Raya akan relevan menjadi contoh.
(Sampai di sini Fahri Hamzah masih sempat membuat pesan sponsor alias jeda iklan: "MOHON follow @relawanPKS dan kunjungi webnya di http://relawanpks.org ")

Sementara itu: ‎hitung sederhana: kebutuhan hidup manusia per hari x jumlah pengungsi x lama masa mengungsi..cukupkah 200 M? ‎bagaimana dengan moral? Efek psikologis itulah yg paling sulit utk diatasi secara material. Misalnya bilik suami ister?
Berikut Ini laporan seorang teman: bukan PKS, bukan muslim, seorang perempuan yg gigih:
“Aku td mengatur beberapa pasien yg msh bs transportable utk dipindah ke karyadi krn sardjito, muwardi sudah penuh. ‎Dokter bekerja 12 jam lebih menangani pasien luka bakar yg datang dgn kondisi amat parah dgn mortality rate di atas 60%.”
“‎Di sekolah anak2ku, seminggu tiga kali mereka mengumpulkan dana, pakaian dan makanan utk dikirim ke yogya/mentawai.”
“ Teman2 UGM tanpa putus mengevakuasi bolak balik dgn kendaraan pribadi mrka.. Siapa yg ganti bensinnya? Gak ada! “

Laporan tim evakuasi: banyak pejabat yg turun membantu dan menyumbang dana secara langsung bukan dari pemerintah. ‎Dunia hrs tau, bukan pemerinta yg bergerak cepat.. Tapi masyarakat melalui organisasi2, partai2 dan inisiatif pribadi.

Luka ini, terlalu nyata. Para relawan nampak di layar kita menyisir lereng berdebu itu. Dan mayat ditemuka satu2 entah berapa? Para pemimpin dan kaum intelek harusnya membimbing ke arah perdebatan besar. Bahwa kita akan lalui ini dengan tangkas dan cermat. Pikiran besar :harus jadi rutin kita. Jangan sampai kekanak-kanakan. Kita punya masalah serius dan kita memerlukan orang serius."

Saturday, November 13, 2010

Saudi Puji Indonesia Paling santun

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga telah meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Inonesia dari pengurusan visa hingga keamanan

Hidayatullah.com -- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan penghargaan tinggi kepada jemaah haji Indonesia karena dianggap paling santun dan sabar dalam melaksanakan rukun Islam kelima di tanah suci.
Jamaah haji Indonesia dapat menjadi contoh bagi jemaah dari negara-negara lain.

"Karenanya, jemaah haji Indonesia dapat menjadi contoh bagi jemaah dari negara-negara lain sehingga pelaksanaan ibadah haji di tanah suci itu dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Duta Besar Arab Saudi, Abdulrahman Mohammed Amen Al-Khayyat, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/11/2010) malam.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga telah meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Inonesia sejak pengurusan visa hingga pelayanan transportasi, kesehatan dan keamanan hingga saat mereka melaksanakan ibadah haji, kata Abdulrahman.

Dalam hal transportasi, dia mengakui adanya "sedikit keterlambatan" keberangkatan pesawat Saudi Airlines yang membawa jemaah haji Indonesia ke tanah suci akibat sejumlah faktor, termasuk dampak debu vulkanik letusan Gunung Merapi.

"Keterlambatan itu masih sebatas kewajaran dan yang paling penting adalah Saudi Airlines dapat membawa jemaah haji Indonesia sampai ke tujuan dengan selamat pada waktu yang tepat," katanya.

Pada kesempatan itu, atas nama pemerintah Kerajaan Arab Saudi, Abdulrahman juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia terutama para korban bencana Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta tsunami di Mentawai, Sumatra Barat.

"Kami mendoakan para keluarga korban bencana alam di Indonesia agar mereka tetap kuat dan sabar dalam menghadapi musibah tersebut," katanya.

Pelayanan Haji Meningkat

Berkaitan dengan pelayanan ibadah haji, Dubes mengatakan, pemerintahnya terus berupaya meningkatkan pelayanan di berbagai aspek dengan memaksimalkan semua upaya dan potensi yang dimiliki tahun ini.

"Upaya yang terselenggara atas izin Allah SWT ini mendapat arahan langsung dari Yang Mulia Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Suud, Putra Mahkota Pangeran Sultahn bin Abdul Aziz, Ketua Komite Tertinggi Haji yang jua menteri Dalam Negeri Pangeran Nayif bin Abdul Aziz dan Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faishal," katanya.

Pelayanan bagi jemaah haji pada tahun ini meningkat pesat, dan pemerintah Arab Saudi akan terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para tamu Allah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Upaya ini tidak terlepas dari kerja sama yang intensif dan dukungan yang terbina baik dengan pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen (Kementerian) Agama," katanya.

Peningkatan pelayanan ini tercermin dari berbagai langkah yang telah ditempuh antara lain perluasan areal masjidil haram, peningkatan keamanan, pelayanan dan fasilitas umum seperti transportasi, tempat tinggal di samping jembatan berlantai lima untuk melempar jumrah di Jamarat Mina, pelayanan baru kesehatan secara gratis serta dikerahkannya 15 helikopter pemantau. [ant/hidayatullah.com]

-
-

Powered By Blogger