Friday, November 12, 2010

Penaklukan Ikhwan Di Eropa (Habis)

Zentralrat, yang menggambarkan dirinya sebagai organisasi payung bagi organisasi Islam Jerman, bersama dengan IGD dan Mili Görüş, telah secara de facto menjadi perwakilan dari tiga juta Muslim Jerman. Meskipun IGD adalah anggota Zentralrat, dua organisasi ini seringkali beroperasi secara independen. Jelas, independensi mereka direncanakan.
Dengan banyak organisasi yang beroperasi dengan nama berbeda, Ikhwan Jerman memberikan perspektif yang baru bagi politisi Jerman yang meyakini spektrum perbedaan pendapat. Setiap kali media membutuhkan pandangan tentang Islam, mereka mencari petugas Zentralrat, misalnya perdebatan tentang keabsahan jilbab (jilbab) di sekolah negeri, untuk perang di Irak, dan sebagainya.
Dan para politisi pun mencari dukungan dari Zentralrat ketika mereka ingin menjangkau masyarakat Muslim. Banyak politisi Jerman yang kurang informasi tentang Islam dan tidak memahami tentang Islam. Dari segi angka, pengaruh terhadap komunitas Muslim, dan relevansi politik, Zentralrat dan dua bagian unsur yang paling penting—IGD dan Milli Görüş—mendominasi masyarakat. Ikhwan telah berhasil menjadi suara kaum Muslimin di Jerman.
Pertama Jerman, Kemudian Eropa
Sementara Ikhwan terus bekerja untuk masyarakat Jerman, mereka tidak membatasi diri hanya di negeri Panser itu saja. Pelan namun pasti, dengan perencanaan yang matang, Ikhwan mulai berusaha mendapatkan posisi penting di seluruh Eropa. Di Prancis, Uni des Organisasi Islamiques de France (Persatuan Organisasi Islam Prancis) menjadi organisasi dominan di pemerintah Dewan Islam. Di Italia, Unione delle Comunita 'ed Organizzazioni Islamiche di Italia (Persatuan Masyarakat dan Organisasi Islam di Italia) adalah mitra utama pemerintah dalam dialog mengenai isu-isu Islam Italia.
Selama lima belas tahun terakhir, Ikhwan berusaha menciptakan serangkaian organisasi pan-Eropa seperti Federasi Organisasi Islam di Eropa, di mana wakil-wakil dari organisasi-organisasi nasional dapat bertemu. Mungkin pengaruh besar Ikhwan di Eropa memang masih Islamische Gemeinschaft Deutschland, dengan organisasi pemudanya.

Pada bulan Juni 1996, organisasi pemuda Muslim dari Swedia, Prancis, dan Inggris bergabung dengan Federasi Organisasi Islam di Eropa dan Majelis Pemuda Dunia Muslim untuk menciptakan sebuah organisasi pemuda Islam Eropa. Tiga bulan kemudian, tiga puluh lima delegasi dari sebelas negara bertemu di Leicester, Inggris dan secara resmi meluncurkan Forum Pemuda Muslim Eropa dan Organisasi Mahasiswa (FEMYSO), yang bermarkas di Brussels.
Menurut publikasi resmi, FEMYSO adalah "sebuah jaringan dari 42 organisasi pemuda internasional dari lebih 26 negara yang berbeda."
Secara de facto suara dari pemuda Muslim di Eropa. Mereka secara teratur memunculkan dan membahas isu-isu yang berkaitan dengan umat Islam di Eropa. Mereka juga mengembangkan hubungan yang harmonis dengan: Parlemen Eropa, Dewan Eropa, PBB, Eropa Youth Forum, dan berbagai LSM terkait di tingkat Eropa.
Ibrahim el-Zayat, yang menjadi presiden FEMYSO, bahkan menggunakan FEMYSO untuk mendekati Parlemen Eropa. FEMYSO menyatakan dengan elegan "berkomitmen untuk memerangi prasangka di semua tingkat, sehingga masa depan Eropa adalah inklusif, multikultural dan satu kehormatan."
Dana yang cukup tak disangkal lagi telah membuat Ikhwan dan organisasi lainnya kontribusi di Eropa. Tapi penerimaan mereka ke dalam masyarakat arus utama bernilai substansi lebih dari sekadar retorika. Apakah dalam hal ini Eropa naif? Jika benar, mengapa Eropa demikian? Bassam Tibi, seorang profesor Jerman keturunan Suriah dan seorang ahli tentang Islam di Eropa, berpikir bahwa orang Eropa dan Jerman khususnya takut tuduhan akan rasisme. Setiap kritik terhadap organisasi-organisasi Ikhwan akan dihujat karena rasisme dan penganiayaan anti-Muslim.
Dalam beberapa kasus, politisi banyak yang menjadi wakil yang sah bagi masyarakat Muslim. Seperti di Amerika Serikat, mereka menggambarkan diri sebagai wakil bagi masyarakat Muslim, namun sama sekali tak pernah menyuarakan kepentingan umat Islam itu sendiri.
Apa yang tidak pernah dipahami oleh para politisi Eropa adalah bahwa Ikhwan telah menjadi kekuatan akar rumput. Ikhwan begitu moderat, namun tidak disangkal lagi bahwa mereka menjadi contoh bagi organisasi-organisasi Islam lainnya. Ironi yang lain adalah Hasan al-Banna—pendiri Ikhwan—tidak pernah memimpikan bahwa Islam menyebar tidak hanya di Mesir, tapi juga dunia Islam lainnya. Ia tidak pernah menyadari bahwa sekarang Islam menjadi realitas di Eropa.

Thursday, November 11, 2010

Rahasia Keberhasilan Ikhwan

Farid Abdulkhalik adalah contoh hidup dari kegigihan dan daya tarik Ikhwan.
Di umurnya yang ke-95, dia masih anggota setia dan baru saja menyelesaikan tesis PhD akuntabilitas "hisbah" dalam sistem pemerintahan Islam.
Abdulkhalik pertama kali bertemu dengan pendiri Ikhwan, Hassan al-Banna, di tahun 1940-an. Itu adalah pertemuan yang mengubah hidupnya.
Tidak seperti dai lainnya, Al-Banna memiliki pesan yang baru dalam dakwahnya: Islam tidak hanya salat dan puasa, Islam adalah seluruh cara hidup.
Al-Banna mendirikan Ikhwan pada tahun 1928 dengan sekelompok kecil orang yang ingin menyingkirkan kontrol Inggris atas Mesir kontrol dan membersihkan semua pengaruh Barat di negerinya, dengan alasan kolonialisme telah merampok identitas Muslim bangsa mereka.
Cabang-cabang Ikhwan di seluruh negeri tumbuh pesat, dan selalu dengan berpusat di masjid, sekolah dan klub olahraga. Hanya kurang dari 10 tahun, Ikhwan sudah mempunyai kader sebanyak satu juta orang.
Lebih dari 80 tahun kemudian, gagasan Al-Bana—bahwa Islam bukan hanya agama, tetapi juga cara hidup—telah menjadi prinsip fondasi politik Islam di seluruh dunia. Ikhwan kemudian tidak hanya fokus di negara mayoritas berpenduduk Muslim, tetapi juga ke Barat.
Salah satu tujuan lain dari Ikhwan adalah mendirikan pemerintahan Islam di Mesir. Meskipun dinyatakan ilegal di Mesir, tapi Ikhwan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang.
Di semua bagian, disiplin dan kohesi internal memegang peranan yang tidak kecil.
"Setiap anggota Ikhwan seperti partner di sebuah perusahaan besar, sehingga ia rela berkorban," kata juru bicara Essam el-Erian, yang telah dipenjarakan lebih dari sekali. Misalnya saja, jika seorang kepala keluarga anggota Ikhwan di penjara, maka Ikhwan segera mengkover semua kebutuhan ia dan keluarganya.
"Jika Anda menghadapi rezim polisi, Anda tidak bisa sendirian. Jika Anda ditangkap atau jika Anda disiksa, Anda akan mempunyai seseorang yang membela Anda," kata el-Erian.
Hanya sedikit keraguan bahwa kegagalan Mesir dalam mengayomi masyarakat miskin telah menguntungkan Ikhwan, yang sekarang mengelola rumah sakit dan amal. Di negara dimana politik normal telah rusak setelah hampir 60 tahun kekuasaan militer, Ikhwan tetap memiliki landasan moral yang tinggi.
"Sekarang mereka mewakili gerakan yang paling penting karena semua pelaku politik di Mesir telah menjadi sangat lemah," kata Amr al-Shoubaki, seorang ahli tentang politik Islam.
"Mereka merupakan alternatif—Islam adalah solusi, samar-samar dan realistis, namun bagi banyak orang sekarang ini, Islam adalah solusi mimpi bagi keadilan."
Inilah yang menjadi fundamental dalam keberhasilan Ikhwan untuk tetap terus bertahan dalam situasi politik Mesir yang carut-marut.
"Ikhwan memberikan identitasnya pada Islam dengan pembaharuan di banyak daerah," kata Issandr al-Amrani, analis Timur Tengah yang berbasis di Kairo. Menurut Amrani, Ikhwan bukanlah Taliban Mesir.
"Ikhwan terus diarahkan pada kemajuan sejarah—ide bahwa negara-negara Muslim harus mengejar ketinggalan terhadap Barat, tetapi melakukannya tanpa kehilangan identitas Islamnya. Mereka mengajak umat Islam ke era keemasan di abad ke-7, dan mereka. mendukung kembalinya Islam dalam kehidupan modern."
Hari ini, Mesir mendekati akhir sebuah era. Tidak ada yang tahu pasti apa yang akan terjadi ketika Presiden Hosni Mubarak, 82 tahun, lengser, dan pergi.
Dengan latar belakang itu, Ikhwan adalah salah satu masalah yang paling hangat diperdebatkan.
Seorang penulis naskah drama, Wahid Hamed, sangat kritis terhadap Persaudaraan. "Mereka adalah organisasi bawah tanah yang mengusung kekerasan dan memakai mantel.” Ujarnya.
Tapi Hamid mengakui bahwa Ikhwan tidak dapat diabaikan, terutama dalam situasi sekarang.
"Mesir sedang menunggu juru selamat dari tindak korupsi yang mengakar, pengangguran, masalah dengan infrastruktur, kelebihan penduduk, dan masalah lainnya yang tak terhitung jumlahnya. Dan alternatif yang juga hadir kuat pada hari ini adalah Ikhwan," katanya. (sa/alahram)

Wednesday, November 10, 2010

Tasyaffi

Kesalahan adalah tabi'at manusia, apalagi kalau wilayah aktifitasnya pada tataran riil dengan segmen publik yang luas, berbeda kalau wilayah aktifitasnya hanya sebatas wacana dan diskusi terbatas.

.....
Oleh Abdullah Haidir, Lc*
"Jika ia mencuri, maka sesungguhnya, telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu." (QS. Yusuf: 77)

Kata-kata di atas adalah komentar saudara-saudara Nabi Yusuf yang Allah kisahkan kembali dalam Al-Quran pada surat Yusuf ayat 77. Nabi Yusuf ingin agar Bunyamin tetap bersamanya. Maka dia perintahkan pegawainya memasukkan wadah milik kerajaan ke kantong makanan yang dibawanya dengan tujuan agar dia dituduh mencuri dan akhirnya ditawan dan tidak dapat ikut kembali bersama saudara-saudaranya. Saudara-saudaranya sendiri, yang sudah kadung membenci dan dengki kepada Bunyamin dan Nabi Yusuf, alih-alih membelanya dan mencarikan alibi, mereka justeru memperlebar masalah dengan membawa-bawa nama Nabi Yusuf, 'Wajarlah kalau dia mencuri, wong saudaranya juga pernah mencuri…..' begitu kira-kira jika ayat diatas disederhanakan maknanya.

Sikap di atas dalam bahasa Arab disebut tasyaffii; menumpahkan umpatan yang tersimpan ketika ada berita tentang 'kelakuan buruk' seseorang yang kadung tidak disukai. Perkara berita tersebut benar atau tidak, apakah mutlak salahnya atau tidak, apa latar belakang masalahnya, maksud dan tujuannya apa, itu 'nomor ketigabelas'. Yang penting moment tersebut tidak boleh terlewatkan baginya untuk menyalurkan dan melampiaskan ekspresinya tersebut. Perkara itu ghibah atau bukan, tinggal dicari lah logika pembenarannya, kan sudah biasa berdebat. Gampang saja, bukan? Dalilnya, tinggal dipilih! Baginya, mengangkat kekeliruan dan kesalahan orang tersebut dan mengenyampingkan kebaikan-kebaikannya, lebih mudah dan terasa memuaskan, ketimbang menyebut kebaikan-kebaikannya dan menutup kekeliruannya atau minimal mencari klarifikasi atas apa yang dianggapnya salah. Kondisi seperti ini sebenarnya merugikan pihak pengumpat jauh lebih besar ketimbang yang diumpat. Hatinya semakin keruh, kata-katanya semakin tidak terkontrol dan tertutuplah kebaikan-kebaikan yang seharusnya bisa dia dapatkan.

Kesalahan adalah tabi'at manusia, apalagi kalau wilayah aktifitasnya pada tataran riil dengan segmen publik yang luas, berbeda kalau wilayah aktifitasnya hanya sebatas wacana dan diskusi terbatas. Saya teringat kemarin dengan kepanitiaan Halal Bihalal komunitas Indonesia yang diselenggarakan Formatra di Riyadh. Mengadakan acara dengan pengunjung lebih dari seribu orang bukan kerja sederhana, bahkan boleh dibilang spektakuler, apalagi diadakan di negara seperti Arab Saudi. Panitia sudah banting tulang mengemas dan mempersiapkannya, bahkan menjelang acara, ada panitia yang tidak tidur 24 jam untuk itu. Namun tetap saja, kekurangan dan kekeliruan terjadi. Di antara pengunjung, ada yang dengan mudahnya mengumpat dan melampiaskan kekesalannya.

Kekeliruan memang harus diluruskan, setelah kita yakin bahwa itu kekeliruan. Tapi tidak dengan membuat kekeliruan baru dengan bergunjing, memperlebar masalah dan menafikan berbagai kebaikan yang ada, apalagi terhadap orang yang secara umum berusaha menempuh jalur kebaikan dan menebarkan kebaikan. Adapun niatnya, hanya Allah yang mengetahui niat seseorang, kecuali kalau kita ingin menandingi Allah dalam masalah ini.

Ada kisah menarik dan sangat dikenal (haditsnya dikutip oleh Imam Nawawi dalam Riyadhushshalihin, bab Taubat), yaitu tentang Ka'ab bin Malik, shahabat mulia namun pernah tergelincir karena mangkir dalam perang Tabuk. Di tengah perjalanan, ketika ada seseorang hendak melampiaskan kekesalannya dengan berkata di hadapan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, 'Wahai Rasulullah, dia tertahan oleh burdah (kain bergaris yang indah dari Yaman) dan sedang asyik dengannya...' Mendengar itu, serta merta Muaz bin Jabal menyergah, 'Buruk sekali apa yang kamu katakan, demi Allah wahai Rasulullah, aku tidak mengenalnya kecuali dia orang yang baik.' (Muttafaq alaih)


* Abdullah Haidir, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi
* Sumber: www.pks-arabsaudi.org

Hamas-Fatah Sepakat Lanjutkan Dialog Rekonsiliasi Setelah Idul Adha

Kubu saling bersaing Palestina faksi Fatah dan Hamas sepakat untuk melanjutkan pembicaraan rekonsiliasi setelah hari libur Idul Adha pekan depan, kata pejabat dari kedua belah pihak yang mengatakan hal itu Rabu kemarin (10/11).
"Kami sepakat untuk melanjutkan dialog setelah liburan Idul Al-Adha," yang dimulai pada pertengahan minggu depan kata pejabat Hamas Mussa Abu Marzuq kepada AFP.
"Setelah Ied, kami akan memperbaiki dialog kami," kata Abu Marzuq, yang memimpin putaran terakhir pembicaraan dengan wakil Fatah Azzam al-Ahmad, yang dimulai Selasa malam lalu di ibukota Suriah Damaskus.
"Kami menggarisbawahi pertanyaan yang kita setujui, tetapi isu-isu yang beredar tetap atas pertanyaan masalah keamanan, yang harus kita periksa," tambahnya, tanpa memberikan rincian.
Di Gaza City, pemimpin Hamas Ayman Taha menegaskan laporan, yang mengatakan bahwa suasana keseluruhan pertemuan berlangsung positif, dan pertemuan akan kembali ke proses dialog setelah liburan Idul Adha.
Pejabat Palestina telah memperingatkan bahwa perjanjian kesatuan yang rusak dapat mengakibatkan kerusakan lain dalam hubungan kedua belah pihak.
Sesaat sebelum pembicaraan, pemimpin senior Hamas Ismail Haniyah di Gaza mengatakan bahwa negosiasi "tidak akan menyelesaikan semua perbedaan pendapat" antara kubu Islamis, yang mengontrol wilayah, dan kelompok Fatah yang diwakili Presiden Palestina Mahmud Abbas.
Seorang pejabat senior Hamas di Tepi Barat, Umar Abdul Razak, mengatakan bahwa penangkapan Israel etrhadap anggota dewan Hamas Mahmud Al-Ramahi dari rumahnya di markasnya di Ramallah bertujuan untuk menyabotase perundingan Hamas dan Fatah.
"Tidak ada pembenaran untuk penangkapan Ramahi kecuali tujuan Israel adalah untuk menggagalkan proses rekonsiliasi," kata Abdul Razak kepada AFP.
Ramahi, yang merupakan sekretaris Dewan Legislatif Palestina dan anggota senior ketiga di Hamas ditahan sekitar pukul 03:00 pada hari Rabu, sumber Hamas di Ramallah mengatakan kepada AFP.
Seorang jurubicara militer Israel mengatakan Ramahi telah ditahan "untuk terlibat dalam kegiatan Hamas baru-baru ini."
"Dia dibawa pihak keamanan untuk ditanyai," katanya AFP, menambahkan bahwa Ramahi adalah salah satu dari 11 orang yang ditangkap oleh pasukan Israel di Tepi Barat pada malam harinya.(fq/mna)

Monday, November 8, 2010

Hamas Undang Ahmadinejad ke Gaza

Kementerian Luar Negeri Hamas telah mengundang Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad untuk mengunjungi Gaza untuk "menghidupkan kembali semangat" gerakan perlawanan Palestina.
"Kami mengundang Ahmadinejad untuk mengunjungi Jalur Gaza dan kami yakin bahwa perjalanan ini akan sangat penting," kata pemerintah Hamas yang terpilih secara demokratis lewat Wakil Menteri Luar Negeri Ahmad Yusuf pada hari Senin kemarin (8/11).
Mengacu pada perjalanan Ahmadinejad ke Beirut, Yusuf mengatakan tujuan kunjungan ke Gaza akan meningkatkan semangat dan memperkuat gerakan perlawanan Palestina seperti apa yang terjadi di Libanon.
Sebelumnya Ahmadinejad berkunjung ke Libanon pada pertengahan bulan Oktober atas undangan dari mitra Libanonnya Michel Sleiman.
Selama kunjungan, presiden Iran ini bertemu dengan pejabat Libanon, pemimpin politik, akademisi dan mahasiswa, dan bertemu dengan kerumunan besar orang di Beirut dan Libanon selatan.(fq/prtv)

Deklarasi Balfour, Deklarasi untuk Dukung Negara Yahudi di Palestina

Pada tanggal 2 November 1917, Lord Arthur Balfour, sekretaris luar negeri Inggris, berjanji untuk menciptakan tanah air bagi bangsa Yahudi di Palestina. Yang kemudian dikenal sebagai Deklarasi Balfour, namun ternyata dokumen tersebut menjadi batu loncatan pertama menuju pendirian negara Israel pada tahun 1948.
Pada saat itu Palestina masih di bawah kekuasaan kekhalifahan Utsmaniyah ketika deklarasi tersebut ditulis.Namun Inggris dan sekutu-sekutunya melakukan langkah kemajuan dalam mengalahkan kerajaan Utsmani yang sedang 'sakit', dan ketika Palestina berada di bawah kontrol Inggris hanya sebulan kemudian, dokumen penting itu tiba-tiba dianggap jauh lebih besar. Deklarasi Balfour dianggap sebagai sama dengan akta tanah yang memberikan legitimasi terhadap rencana gerakan Zionis internasional mendirikan negara zionis Israel.
Balfour sangat menyadari keberadaan populasi warga Arab asli, namun dalam era yang mendahului hukum internasional, piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konvensi Jenewa Keempat, sebuah kekuasaan yang kuat tidak punya keraguan tentang pemberian akta tanah untuk wilayah yang tidak memiliki klaim legitimasi untuk hal tersebut.
Deklarasi Balfour juga memasukkan ketentuan bahwa "tidak ada yang harus dilakukan yang mungkin merugikan hak-hak sipil keagamaan atau masyarakat non-Yahudi yang ada di Palestina" - klausul yang tidak benar-benar diperhatikan oleh para pendiri dan penguasa Israel pada akhirnya. Tapi deklarasi itu sendiri telah melucuti masyarakat Arab di Palestina atas hak untuk tanah dan penentuan nasib mereka sendiri.
Masalah Eropa
Orang-orang Arab Palestina adalah hal terakhir yang ada di pikiran Balfour, atau pikiran banyak politisi Inggris lainnya. Terutama berkaitan dengan memecahkan 'masalah Eropa' dan bukan dengan menangani hak-hak dari masyarakat tradisional.
Balfour melihat pembentukan tanah air untuk orang Yahudi di Palestina sebagai solusi terbaik untuk apa yang sering disebut di Eropa sebagai 'Yahudi bermasalah' - sebuah solusi yang mencerminkan dan mewujudkan kepercayaan pusat anti-Semit terhadap orang Yahudi dalam suatu lembaga asing yang menyebabkan masalah di Eropa yang Kristen.
Balfour sendiri adalah seorang anti-Semit yang dikenal sebagai perdana menteri yang mendukung dan mendorong untuk Undang-Undang 1905 yang berusaha untuk mengekang Eropa Timur, khususnya Yahudi, berimigrasi ke Inggris.
Selama bertahun-tahun, tumbuh keyakinannya bahwa Zionisme - gerakan yang menganjurkan pembentukan tanah air Yahudi di Palestina - menawarkan solusi yang nyaman untuk 'masalah Yahudi' tersebut. Seperti anti-Semit lainnya ia tidak percaya bahwa orang Yahudi memiliki kepemilikan di Eropa dan ia merasa bahwa yahudi terdiri dari ras yang terpisah dan agama yang tidak bisa hidup dalam harmoni di dalam negara yang mereka tempati. Ia menyatakan pandangan ini dengan jelas dalam pengantar sebuah buku yang berjudul Sejarah Zionisme oleh Nahum Sokolow.
Sementara banyak orang Yahudi mencari asimilasi, gerakan Zionis yang didirikan oleh Theodore Herzl mencari entitas yang terpisah bagi orang Yahudi. Ia tidak melihat masalah Yahudi sebagai salah satu segregasi dan diskriminasi yang dapat diatasi melalui perjuangan hak-hak universal, tetapi mencari solusi yang lebih radikal - untuk membawa orang Yahudi keluar dari Eropa.
Oposisi Kaum yahudi
Namun tidak semua orang Yahudi yakin bahwa ini adalah jawabannya. Bahkan ada resistensi yang cukup kuat untuk Zionisme dari beberapa negara Eropa, termasuk yahudi di Inggris. Pimpinan di antara para kritikus itu adalah politikus Inggris Edwin Montagu yang dengan tegas menjelaskan bahwa deklarasi Balfour ini dapat menghasilkan reaksi terhadap orang-orang Yahudi yang memilih untuk tetap tinggal di Eropa.
Para sejarawan percaya bahwa kritik Montagu itu telah menyebabkan perubahan-perubahan penting dan penambahan yang dilakukan terhadap draft asli deklarasi - dengan janji Balfour akan mendukung pengambilan Palestina sebagai "sebuah tanah air Yahudi" menjadi dukungan untuk "pembentukan di Palestina sebagai sebuah rumah nasional bagi bangsa Yahudi".
Tetapi dalam semua drama ini bangsa Palestina tidak dikonsultasikan ataupun secara serius dipertimbangkan. Yang pada saat itu kemudian menjadi seperti sekarang ini - kecuali bahwa kekuasaan imperialis Inggris telah digantikan oleh kekuasaan imperialis Amerika.
Lord Balfour adalah wakil sejati dari nilai-nilai imperialismenya - seorang politisi anti-Semit yang berusaha untuk memecahkan apa yang kemudian dilihat sebagai 'masalah Eropa' ketika mengatur panggung untuk penciptaan sebuah entitas pro-Barat di dunia Arab. Deklarasi Balfournya merupakan perwujudan dari imperialisme dan anti-Semitisme, dan kemudian berdampak yang sampai saat ini masih dirasakan ribuan mil jauhnya dari tempat pernyataan kebijakan yang pendek tersebut dibuat.(fq/ajzr)

Sunday, November 7, 2010

Untukmu Gaza Palestina

Oleh: Salleum Sami

dakwatuna.com
Ilustrasi (palestinethinktank.com)
Jutaan doa untuk Gaza
Mereka adalah gelombang kebangkitan
Mereka adalah gelombang kebaikan
Nadi dalam setiap perjuangan
Untuk saudaraku Palestina kukabarkan kepada kalian
Di sini kami rindu…
Tidak akan pernah putus doa ini untukmu
Semangat ini akan terus membara membelamu
Tidak akan pernah mati…
Engkau tahu…anak-anak kecil kami
Ya… Mujahid Mujahidah cilik berlipat-lipat semangat
Panji-panji dalam genggaman
Kibarkan dengan gagahnya
Palestina… Palestina..!!
Takbir mereka… ALLAHU AKBAR
Adalah suntikan energy tanpa batas
Energi yang menghidupkan jiwa
Energi yang membangkitkan gelora
Keberanian untuk melawan
Kami tahu saudaraku
Penderitaan kalian, Semangat kalian, Keberanian kalian…
Terlalu dahsyat untuk dibandingkan
Perjuangan kalian, Mujahid Mujahidah yang tak pernah menyerah
Adalah Inspirator sejati bagi semangat kami
Untuk saudaraku Palestina
Lawan Zionis Israel laknatullah
Intifadhah… intifadhah…
Perjuangan batu-batu dan seruan suci
Menantang tank-tank bangsa ‘pecundang’
Bangsa bar-bar yang hanya memiliki nafsu binatang
Keyakinanmulah saudaraku
Ya..keyakinanmu akan janji Allah
Janji sebuah kemenangan
Menjadikan batu-batu sedahsyat jutaan detonator yang siap diledakkan
Seruanmu merontokkan sendi-sendi kesombongan
dan keangkuhan peluru-peluru tentara ‘pengecut’
Untuk saudaraku Palestina
Ribuan cahaya.. bahkan jutaan… bahkan tak terhingga banyaknya
Siluet cahaya syahid syahidah Palestina menghiasi bumi para Nabi
Siluet cahaya yang setia menggetarkan Arsy Illahi
Gaza.. Palestina di sini kami rindu!!

Friday, November 5, 2010

Menjadi Manusia Mulia

Menjadi Manusia Mulia

: Ulis Tofa, Lc


dakwatuna.com – Allah swt. menciptakan manusia dan memuliakannya atas makhluk ciptaan-Nya yang lain. Manusia diciptakan dari unsur bumi berupa tanah sebagai lambang materi,  dengan ditiupkan unsur langit berupa ruh sebagai lambang immateri. Manusia dibekali akal, pendengeran, penglihatan dan hati. Pemuliaan manusia itu ditegaskan Allah swt. dalam berfirman-Nya:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا
“Dan sungguh Kami telah muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” QS. Al-Isra:70
Bahkan pemuliaan itu dikuatkan dengan dua kata penguat “Huruf Lam dan Kata Qad”, yang berarti menunjukkan makna yang sangat kuat. Secara fisik, manusia diciptakan sebaik-baik bentuk. Allah swt. berfirman:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” At-Tin:4.
Manusia berdiri tegak, manusia berjalan dengan kedua kaki, tidak merangkak seperti binatang melata. Manusia makan dengan tangan, bukan menjilat dengan lidah atau dengan mulutnya langsung (Tafsir Ibnu Katsir). Dan manusia dibekali akal fikiran, untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk, mana yang halal dan yang haram.
أَفَمَنْ يَمْشِي مُكِبًّا عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمْ مَنْ يَمْشِي سَوِيًّا عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (22) قُلْ هُوَ الَّذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (23)
“Maka Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?. Katakanlah: “Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (tetapi) Amat sedikit kamu bersyukur.” Al-Mulk:22-23
Kelemahan Manusia
Di samping penegasan kemuliaan manusia, Allah juga menjelaskan bahwa manusia mempunyai sifat dasar kelemahan. Penjelasan ini agar manusia menyadarinya dan berusaha untuk bisa mengendalikannya. Di antara kelemahan dasar manusia itu adalah:
Sifat lupa, manusia dikatakan insan karena memiliki sifat dasar pelupa, dalam bahasa Arab disebutkan:
سمي الإنسان إنسانا لنسيته
Manusia memiliki sifat tergesa-gesa, Allah swt. berfirman:
وَكَانَ الإنْسَانُ عَجُولا
“Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” Al-Isra’:11
وَكَانَ الإنْسَانُ قَتُورًا
“Dan adalah manusia itu sangat kikir.” Al-Isra’:100
إِنَّ الإنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا (19) إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا (20) وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” Al-Ma’arij:19-21
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا (36)
”Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” An-Nisa’:36
إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ (9)
“Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah Dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.” QS. Hud:9
إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan amat bodoh.” Al-Ahzab: 70
“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.” Al-‘Aadiyat:6-8
Di atas adalah sebagian kelemahan manusia yang Allah informasikan dalam Al-Qur’an.

Bekalan Manusia
Sifat dasar kelemahan manusia; lupa, tergesa-gesa, kikir, keluh kesah, putus asa,  kufur, zalim, ingkar dan bodoh itu ada dalam setiap diri manusia, karena manusia memiliki nafsu syahwat dan selagi setan terus menggoda manusia setiap saat.
قال أبو هريرة: يا رسول الله، إذا رأيناك رقَّت قلوبُنا، وكنا من أهل الآخرة، وإذا فارقناك أعجبتنا الدنيا وشَمِمْنا النساء والأولاد، فقال لَوْ أَنَّكُمْ تَكُونُونَ عَلَى كُلِّ حَالٍ ، عَلَى الْحَالِ الَّتِي أَنْتُمْ عَلَيْهَا عِنْدِي، لَصَافَحَتْكُمْ الْمَلائِكَةُ بِأَكُفِّهِمْ ، وَلَزَارَتْكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ، وَلَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَجَاءَ اللَّهُ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ كَيْ يُغْفَرَ لَهُمْ”
Dari Abu Hurairah berkata, “Ya Rasulallah, jika kami melihat Engkau, hati kami luluh, kami menjadi –seakan- penduduk akhirat, tapi jika kami berpisah dari Engkau, dunia menakjubkan kami dan kami disibukkan dengan istri-istri  dan anak-anak (kami). Maka Rasulullah saw. menjawab: “Jika kalian ada dalam satu kondisi saja, yaitu kondisi di mana kalian bersama saya, maka Malaikat pasti akan menjabat tangan kalian, dan pasti mereka akan singgah di rumah-rumah kalian. Jika kalian tidak melakukan dosa, pasti Allah mendatangkan suatu kaum, mereka melakukan dosa, agar Allah mengampuni mereka.” HR. Imam Ahmad
Namun demikian, Allah swt.telah  menyiapkan terminal ruhani, stasiun penghapusan dosa, dan upaya terus menerus agar manusia mampu mengendalikan sifat dasar kelemahan tersebut.
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” Asy-Syam:8-10
Terminal ruhani dan stasiun penghapusan dosa itu ada yang sifatnya harian, pekanan, bulanan dan tahunan.
Untuk yang tahunan di antaranya adalah Ramadhan. Ramadhan adalah akademi dan universitas yang mampu melahirkan manusia yang bisa mengendalikan kelemahan dasar dirinya, sekaligus sebagai terminal ruhani dan stasiun penghapusan dosa.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه
“Barangsiapa berpuasa karena iman dan berhadap ganjaran dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun alaih)
وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ
“Dan puasa adalah benteng.” (HR. Bukhari)
Bagi yang diberi keluasan rizki, terminal ruhani tahunan itupun datang dua bulan setelah bulan Ramadhan, yaitu bulan Dzul Hijjah, pelaksanaan ibadah haji. Ibadah haji adalah puncak ibadah dalam kehidupan manusia, karena ia adalah rukun Islam yang kelima.
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ وَالْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ يُكَفَّرُ مَا بَيْنَهُمَا
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Haji yang mabrur tiada lain pahalanya kecuali surga. Dan umrah satu ke umrah yang lain menghapus dosa antara waktu keduanya.” HR. Imam Ahmad
Terminal ruhani yang sifatnya bulanan di antaranya; shaum sunnah Ayyamul Baidh –shaum putih atau shaum purnama 13,14,15 bulan Qamariyah-. Shaum pada bulan-bulan tertentu, seperti shaum Arafah, shaum muharram, dll.
Yang sifatnya Pekanan berupa shalat Jum’at. Hari Jum’at adalah Sayyidul Ayyam –penghulu hari-hari-. Pelaksanaan Jum’atan sungguh sangat istimewa dan sakral. Pada hari ini disunnahkan melakukan thaharah –bersuci-;  potong kuku, potong kumis, potong bulu-bulu halus.
« مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَدَنَا ، وَأَنْصَتَ ، وَاسْتَمَعَ غُفِرَ لَهُ مِنَ الْجُمُعَةِ إِلَى الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ». رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabd; “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhunya, kemudian berangkat shalat, kemudian ia mendekat, dan menyimak, dan mendengarkan khutbah, ia akan diampuni dosanya dari Jum’at ini ke shalat Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari.” Imam Muslim
Terminal ruhani yang bersifat Harian yaitu berupa shalat lima waktu.
« أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَىْءٌ ». قَالُوا لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَىْءٌ. قَالَ « فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا ». رواه مسلم
Rasulullah saw. bersabda: “Apa pendapat kalian, jika ada sungai di depan pintu rumah kalian, kalian mandi di sana setiap hari lima kali, apakah masih tersisa kotoran? Sahabat menjawab: “Tidak tersisa sedikit pun kotoran sama sekali”. Rasul bersabda:” Itulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus kesalahan-kesalahan dengan shalat lima waktu.” HR. Imam Muslim
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (45)
“Bacalah apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Kitab, dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mampu mencegah –pelakunya- dari berbuat keji dan munkar, dan dzikir kepada Allah itu perintah yang besar. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.”
Bahkan ada terminal ruhani yang sifatnya setiap waktu dan setiap tempat seperti dengan selalu beristighfar minta pengampunan Allah swt.
Seluruh rangkaian ibadah dalam Islam adalah dalam rangka mengendalikan kekurangan diri, menghapus segala dosa dan kesalahan, memenuhi kepuasan spiritual dan keimanan dan meningkatkan derajat manusia. Meningkatkan derajat itu bahkan bisa melebihi kemuliaan Malaikat sekali pun, sebagaimana Ath-Thabari menafsirkan surat Al-Isra ayat 70 di atas;
وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلا
“Dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” QS. Al-Isra:70
قالت الملائكة: يا ربنا إنك أعطيت بني آدم الدنيا يأكلون منها، ويتنعَّمون، ولم تعطنا ذلك، فأعطناه في الآخرة، فقال: وعزّتي لا أجعل ذرّية من خلقت بيدي، كمن قلت له كن فكان
“Malaikat mengadu, Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengkaruniai anak keturunan Adam dunia, mereka memakan di dalamnya, mereka bersenang-senang di dalamnya, sedangkan kami tidak Engkau beri itu semua, maka karuniakan kami itu di akhirat. Maka Allah swt. berfirman: “Demi kemuliann-Ku, saya tidak akan menjadikan keturunan orang yang Aku ciptakan ia dengan kedua Tanganku sendiri, sebagaimana seperti orang yang Aku berkata kepadanya “Ada, maka ia ada” –itu seperti kalian wahai Malaikat-” (Tafsir At-Thabari, hal 501, juz 30 bab 70)
Akan tetapi sebaliknya, jika manusia terkalahkan dengan sifat dasar kelemahan yang ada pada dirinya, ia akan lebih hina dibanding binatang ternak tak berakal sekalipun. Allah swt. berfirman:
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آَذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (179)
“Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” Al-A’raf:179
Dengan mampu mengendalikan kelemahan dan terus berupaya menjadi manusia yang mulia, maka manusia mampu memainkan peran yang mulia di mata Allah swt., peran sebagai Khalifatullah Fil Ard. Allah swt. berfirman:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Al-Baqarah:30
Menjadi manusia mulia adalah dengan menyeimbangkan unsur materi dan unsur ruhani yang ada pada diri kita, serta dengan usaha mujahadah dalam setiap waktu, momentum dan tempat untuk mampu mengendalikan dan mengalahkan kelemahan diri. Allahu a’lam

Hamas Kecam Inggris yang Akan Batalkan Tuntutan Terhadap Penjahat Perang Israel

Gerakan perlawanan Islam Hamas mengecam keras upaya pemerintah Inggris untuk membatasi kekuasaan pengadilan dalam upaya melakukan penuntutan hukum terhadap kejahatan perang yang terjadi di wilayahnya dan menganggap langkah ini merupakan proyek Inggris untuk melindungi penjahat perang dari zionis Israel yang telah melanggar hukum dan norma internasional di wilayah pendudukan Palestina.
Pernyataan Hamas ini datang setelah Rabu lalu (3/11), menteri luar negeri Inggris Willian Hague mengumumkan niat pemerintahannya untuk bertindak cepat dalam mengubah hukum yang menempatkan pejabat Israel pada resiko penangkapan atas tuduhan kejahatan perang dalam kunjungannya ke Inggris.
Hamas mengatakan dalam siaran persnya pada hari Kamis kemarin (4/11) dengan mengatakan: "Sikap pemerintah Inggris ini adalah tunduk pada tekanan dari Zionisme dan bertentangan dengan sikap Inggris sebelumnya yang menyerukan perlindungan hak asasi manusia dan penuntutan terhadap para penjahat perang, dan hal ini merupakan bukti yang jelas atas kebijakan standar ganda ketika terkait dengan rezim zionis."
Hamas menyerukan pemerintah Inggris untuk mempertimbangkan kembali arah kebijakan mereka yang

Wednesday, November 3, 2010

Ketika Salafi Ubah Paradigma tentang Pemilu

[Hidayatullah.com]- Sebelum diturunkannya berita mengenai bolehnya mengikuti pemilu oleh dua tokoh Salafi Yordan, Masyhur Hasan Salman dan Ali Al Halabi, oleh Al Jazeera, beberapa komunitas yang juga mengaku sebagai Salafi telah memilih berpartisipasi dalam pemilu, dan mencalonkan diri sebagai anggota perlemen, walau sebelumnya mereka menolak.

Adalah Tajammu’ Al Islami As Salafi, komunitas Salafi Kuwait, telah memilih bergabung dalam parlemen. Sebelumnya, komunitas Salafi Kuwait yang saat itu diwakili oleh Jama’ah Ihya At Turats menolak mengikuti pemilu pada tahun 1981, dengan alasan bahwa parlemen tidak berhak membuat hukum. Hanya Allah lah yang menentukan hukum, namun setelah itu mereka memilih masuk perlemen sebagaimana tercatat dalam profil peserta pemilu Kuwait yang dipublikasikan oleh koran Al Qabas (11/4/2009).

Akan tetapi, Khalid Sulthan, salah satu anggota parlemen dari At Tajammu` menyatakan bahwa organisasi itu bukan sayap politik Ihya At Turats. Namun, menurutnya, kedua-duanya adalah Salafi yang tidak bertentangan satu sama lain, sebagaimana dipublikasikan dalam situs resminya, alislami.org.

-
-

Powered By Blogger