Showing posts with label puasa. Show all posts
Showing posts with label puasa. Show all posts

Wednesday, August 18, 2010

Melatih Amanah di Bulan Barokah

Ketika pribadi-pribadi amanah telah tampil di permukaan, maka siapapun dia, akan dicintai oleh segenap orang
Hidayatullah.com--Al-Amin (orang yang amanah/terpercaya). Itulah gelar pertama yang disandang oleh Rosulullah. Yang menakjubkan, untuk pertama kali, gelar tersebut bukan berasal dari kaum muslimin, karena, saat itu, Rosulullah belum ’dilantik’ oleh Allah sebagai utusan-Nya. Sebagaimana yang tertera di dalam buku-buku sirah, dijelaskan bahwa, jauh sebelum Rosulullah dinobatkan sebagai Nabi dan Rosul yang akan mengeluarkan manusia dari kesesatan hidup, Nabi Muhammad telah dipercaya oleh kaum Quraisy, sebagai sosok yang amanah. Tak ayal, karena kepercayaan tersebut, tidak sedikit dari mereka yang menitipkan barang-barang berharga pada beliau.
Ketika turun wahyu pertama, sebagai titik awal dari kenabiaan, juga tidak serta-merta kepercayaan tersebut sirna, bak debu di atas batu yang terkena guyuran hujan. Hal tersebut terbukti, ketika beliau hendak melakukan hijroh ke Madinah. Beliau berpesan kepada Ali, agar mengembalikan seluruh barang-barang orang-orang Quraisy, yang masih berada di tangan beliau.

Tuesday, August 17, 2010

Ramadhan Bulan “Jihad”, Bukan “Hari Tidur”

Thariq bin Ziyad, Shalahuddin al Ayyubi dan Rasullullah menjadikan Ramadhan sebagai bulan “perang”. Eh, kita malah tidur!

Oleh: Nurhadi*

SALAH SATU kebiasaan buruk selama Ramadhan adalah memperpanjang tidur dan bermalas-malasan. Lebih ironis lagi jika malam-malam harinya dihabiskan untuk begadang, melakukan perbuatan yang sia-sia, menonton TV, mengobrol dan bersendau gurau yang tak berguna, atau melakukan permainan lain-lanya. Baru siang harinya digunakan untuk tidur. Lalu dimanakah makna iman di bulan Ramadhan?

Tidur siang memang tidak dilarang, jika dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Tetapi jika dilakukan dalam waktu yang panjang, lalu dimanakah makna puasa, melatih untuk menahan lapar dan merasakan pahit getirnya seperti yang dirasakan para fuqara dan masakin?

Thursday, August 12, 2010

Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah

oleh Ihsan Tandjung
Belum pernah dalam sejarah Islam di Akhir Zaman kita merasakan keterasingan dari ajaran Islam sebagaimana yang kita alami dewasa ini. Kepemimpinan dunia dewasa ini diarahkan dari Barat yang notabene merupakan Judeo-Christian Civilization (Peradaban Yahudi-Nasrani). Segenap negeri kaum muslimin mengekor ke Barat. Keadaan ini telah di-Nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sejak dulu:
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ
لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, kalian benar-benar

Wednesday, August 11, 2010

Ramadhan Umat Islam Harus Mentadabburi al-Qur’an

Kesadaran umat Islam untuk membaca al-Qur’an memang cukup menggembirakan. Tetapi mentadabburinya masih perlu ditingkatkan

Hidayatullah.com--Bulan Ramadhan dipahami oleh sebagian besar umat Islam negeri ini sebagai bulan al-Qur’an. Karenanya di bulan ini masjid-masjid di seluruh negeri semarak menyelenggarakan program tadarrus bersama. Pemahaman tersebut tidaklah keliru, karena di bulan Ramadhan-lah al-Qur’an diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw.

“Berbicara Ramadhan dengan al-Qur’an ibarat jiwa dan raga. Keduanya inheren  dan tidak bisa dipisahkan. Dalam al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa di bulan suci ini Allah menurunkan al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia, bukti kebenaran, dan penjelasan dari petunjuk itu sendiri, dan sebagai pembeda,” terang Fahmi Salim,  peneliti INSISTS juga penulis buku-buku Islam kepada hidayatullah.com siang ini (11/8).

Menurut penulis buku “Kritik Studi Qur’an Liberal” ini, puasa dan membaca al-Qur’an adalah amalan yang sangat mulia dan menguntungkan bagi yang mengamalkannya.
“Puasa dan membaca al-Qur’an itu sangat mulia. Keduanya bisa mendatangkan syafaat kelak di hari kiamat,” jelasnya.

Tuesday, August 3, 2010

KPI: TV Perlu “Puasa” Selama Ramadhan

KPI juga mendapat lebih dari 100 pengaduan masyrakat terkait tayangan Ramadhan. Terbanyak masalah kebanci-bancian

Hidayatullah.com--Masih maraknya tayangan yang  mengandung kekerasan dan lelucon, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau stasiun televisi selama Ramadhan. Hal ini disampaikan anggota KPI Idi Muzayyad dalam acara media Gathering Selasa siang (3/8) di Gedung KPI Pusat Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat.

“Sudah selayaknya bila TV juga puasa, yang berarti imsak (menahan), yakni menahan diri untuk tidak menyiarkan tayangan yang tidak baik,” ujar Muzayyad.

KPI melihat selama Ramadhan silam masih banyak acara yang belum memberikan nuansa agamis. Tetapi malah sebaliknya, acara lebih banyak berisi muatan yang bertolak belakang dengan semangat Ramadhan.

Thursday, July 29, 2010

Bergembiralah, Bulan Ramadhan Segera Tiba

Nabi mengibaratkan Ramadhan laksana sajian atau jamuan ilahi. Umat Islam adalah tamu istimewa yang akan menyantap sajian itu

SEBUAH short message service (SMS) masuk ke layar HP. Pesan pendek itu berbunyi, “Marhaban ya syahral Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Mari kita siapkan fisik dan hati untuk menyambut kedatangannya.” Demikian  pesan pendek dari seorang teman lama. Pendek tapi penuh makna.

Selain SMS tadi, ada puluhan SMS sejenis lainnya dengan redaksi yang berbeda. Tapi, intinya sama; mengingatkan jika Ramadhan akan segera tiba. Berkirim SMS adalah tren baru di era modern seperti sekarang. Di mana jarak dan ruang tidak jadi kendala. Tanpa harus merogoh kocek dalam, dengan alat canggih ini, kita  bisa mengirim pesan ke saudara, teman, atau pun kolega atas datangnya bulan suci Ramadhan. Saya kira, siapapun dia, jika mendapat SMS tersebut pasti gembira. Karenanya, coba saja lakukan hal sederhana ini. Tak ada salahnya bukan?

-
-

Powered By Blogger