Showing posts with label negara yahudi. Show all posts
Showing posts with label negara yahudi. Show all posts

Sunday, October 24, 2010

Yahudi Rusak Masjid Kuno Ma'alul di Nazareth

Tanah di Ma'alul hampir semuanya telah dikuasai Yahudi
Hidayatullah.com--Israel kembali merusak masjid milik warga Palestina. Kali ini yang menjadi sasaran masjid kuno di Desa Ma'alul, dekat Nazareth.

Yayasan Wakaf dan Pusaka Al-Aqsha melaporkan, batu-batu dinding masjid sebelah selatan dibongkar oleh pelaku pada hari Ahad (24/10).

Ali Ash-Shalih, Ketua Asosiasi Pusaka Ma'alul mengatakan, mereka akan melakukan renovasi untuk memperbaiki kerusakan yang ada.

Jurubicara Gerakan Islam di Israel Zahi Njeidat mengecam aksi vandalisme tersebut, dan menyebut pelakunya sebagai pengecut.

Warga Palestina asal desa tersebut yang tinggal di Nazareth sejak 1948 ketika penduduknya diusir oleh milisi Israel, datang berbondong-bondong untuk melihat kondisi masjid. Warga lain dari desa sekitarnya juga datang.

Desa Ma'alul terletak enam kilometer sebelah barat kota Nazareth. Sekarang hampir semua tanah di Ma'alul dikuasai oleh Yayasan Nasional Yahudi, hanya menyisakan sebuah masjid, dua buah gereja, dan satu musoleum Romawi.

Sejak Desember 2009, serangan Yahudi Israel atas masjid semakin gencar. Seperti bulan September lalu, sebuah masjid di Desa Arab Badui Ibtin di timur Haifa dicorat-coret. Dindingnya antara lain ditulisi "akan ada perang untuk merebut Yudea dan Samaria" dan "bangunan ini untuk dihancurkan". [di/maan/hidayatullah.com]

Saturday, October 16, 2010

Plin-Plan, Abbas sekarang Katakan Israel Bukan Negara Yahudi

Otorita Palestina (PA) menekankan bahwa mereka tidak akan menerima perjanjian damai dengan Tel Aviv dengan keharusan untuk mengakui Israel sebagai tanah air Yahudi.
Bertindak sebagai Ketua Otoritas Palestina Mahmud Abbas mengatakan Jumat kemarin (15/10) bahwa dalam kondisi apapun PA tidak akan menandatangani perjanjian dengan Israel yang mengharuskan penyerahan tanah atau pengakuan Israel sebagai tanah air Yahudi.
"PA mengakui keberadaan Israel pada tahun 1993, dan sekarang Israel harus mengakui negara Palestina sesuai dengan perbatasan tahun 1967," kata Abbas dalam pertemuan dengan anggota Knesset (Parlemen Israel) dari partai sayap kiri Hadash di Ramallah.
"Jika kita menunjukkan fleksibilitas atas isu kesepakatan damai akan ditandatangani lama," lanjut Abbas.
Abbas membuat pernyataan itu setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia akan setuju untuk menghentikan perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki jika Palestina mengakui Israel sebagai "sebuah negara Yahudi."
Tawaran Netanyahu sebagai sebuah "permintaan tidak bisa diterima," kata Yasser Abed Rabo, sekretaris Komite Eksekutif Pembebasan Palestina Organisasi , bahwa permintaan ini bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka.

-
-

Powered By Blogger